Serahkan Aspirasi Penolakan Omnibus Law ke DPR RI, Muzayyin Ingatkan Peran Santri

Muzayyin Arif (kiri) menyerahkan dokumen aspirasi 19 elemen masyarakat Sulsel kepada anggota DPR RI, Andi Akmal Pasluddin. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Hari Santri, 22 Oktober 2020 hari ini melecut semangat Muzayyin Arif. Alumni Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, Maros itu sedang di Jakarta, di Gedung DPR RI, menyampaikan aspirasi masyarakat Sulsel.

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu, bersama Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, dan beberapa anggota DPRD Sulsel, meneruskan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.

Read More

Aspirasi tersebut berkaitan dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang mendapat penolakan luas dari masyarakat.

“Disampaikan langsung kepada pemerintah pusat melalui DPR RI,” tutur Muzayyin. Ia menambahkan, ada 19 elemen masyarakat yang sebelumnya menyampaikan aspirasi penolakan ke DPRD Sulsel.

Muzayyin menyambut baik apa yang disuarakan perwakilan masyarakat itu. Aspirasi tersebut kemudian diteruskan ke DPR RI dan diterima oleh Andi Akmal Pasluddin, anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi PKS.

“Sebagai santri, tentu ini adalah momentum untuk menyegarkan ingatan kita bahwa negeri ini adalah amanah untuk kita jaga, kita rawat, dan kita maju kan. Berdasarkan prinsip prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial yang menjadi dasar negara kita,” sambungnya.

Ia melanjutkan, santri berada pada garda terdepan, mendorong sinergitas, kolaborasi, dan saling menguatkan.

“Kita yakin dan percaya bahwa santri adalah agen perubahan yang tulang punggungnya untuk peradaban Indonesia yang lebih baik. Indonesia sejahtera,” pungkasnya. (fik) 

Related posts