Akhirnya… Coto Rampa Hadir di Maros

Seorang pengunjung Coto Rampa. (FOTO: MM)

MAROS, MM – Khazanah kuliner Kabupaten Maros kian kaya. Coto Rampa, coto dengan resep legendaris, kini hadir di Butta Salewangang.

Pintu warung Coto Rampa di Jalan Gladiol nomor 22, Turikale, mulai terbuka lebar, Selasa, 20 Oktober 2020. Ulla Mo, peracik sekaligus pemilik usaha ini mengaku sengaja memilih lokasi di tengah-tengah ibu kota kabupaten, agar mudah diakses dari segala arah.

Read More

“Dekat PTB, depan Pasar Tramo. Diapit banyak warkop terkenal. Saya kira ini titik terbaik untuk kami tempati,” ujarnya, Senin, 19 Oktober 2020.

Coto Rampa bukan pemain baru. Sudah puluhan tahun resep coto ini mewarnai beberapa warung coto di Makassar. Kemudian sejak tahun lalu, Ulla membawanya ke Maros dengan brand Makan!.

Hanya setahun di lokasi lama di Mandai, Ulla memutuskan hijrah ke tengah kota. “Banyak permintaan agar kami pindah ke sini. Teman-teman lebih gampang menjangkau,” imbuh ayah satu anak yang memang putra kelahiran Maros itu.

Rebranding juga punya pertimbangan kuat. Yakni terkait edukasi. Ulla ingin penikmat cotonya terbebas dari kecemasan.

“Banyak orang sudah takut duluan sebelum makan coto. Khawatir kolestrol tinggi misalnya. Coto Rampa ini komposisinya selain terdiri atas daging lokal yang sehat, juga belasan macam rempah yang tentu saja berefek baik bagi tubuh,” jelasnya.

Ulla menyebut, dalam setiap mangkuk Coto Rampa mengandung serai yang merupakan antioksidan. Kemudian lengkuas yang mengobati diabetes. Kunyit Meredakan peradangan. Pala mengatasi insomnia. Kayu manis menyehatkan jantung. Ketumbar menurunkan kolestrol.

Berikutnya ada jintan yang mengendalikan gejala asma. Bawang putih pengontrol tekanan darah. Merica pereda sakit kepala.

Coto Rampa kaya rempah yang khas dan berkhasiat. (FOTO: MM)

Rempah-rempah itu, lanjut lelaki yang sudah 24 tahun lebih meracik coto itu, kemudian dipadukan dengan resep tradisional, menghasilkan coto yang lezat sekaligus sehat.

Lantas, bagaimana karakter rasa Coto Rampa?

“Bisa saya jelaskan. Tetapi cara terbaik untuk mengetahuinya adalah datang mencicipi,” tuturnya, sembari tertawa. (mal)

Related posts