Pilkada Maros di Depan Mata; 1, 2, atau 3?

Para cabup memamerkan nomor urutnya. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Hanya tepuk tangan seadanya di Gedung Serbaguna, Turikale, Maros, 24 September 2020. Sebab memang tak banyak yang bisa masuk ke arena pencabutan nomor urut kontestan Pilkada Maros itu.

Ruangan yang luas tampak kontras dengan jumlah orang yang duduk maupun yang lalu lalang. Mereka yang bermasker dan bersarung tangan.

Read More

Masing-masing pasangan calon pun mencabut nomor urut dengan selebrasi sederhana. Tak ada dorongan aplaus.

Makanya, para paslon lebih memilih mengambil pemaknaan dari angka yang didapat.

Nomor urut 1, Andi Tajerimin-Havid S Fasha menyebut itu sebagai tanda-tanda baik. Angka yang diklaim memang menjadi impian pasangan Tahfidz itu.

“Dalam pertandingan apapun, peringkat 1 selalu menjadi dambaan semua kontestan. Insyaallah ini juga menjadi tanda-tanda kemenangan buat Tahfidz.”

Paslon nomor urut 2, Chaidir Syam-Suhartina Bohari memaknai angkanya sebagai simbol keseimbangan. Dua sisi. Kiri dan kanan. Dan hal-hal yang mesti seimbang lainnya.

“Termasuk bahwa HatiKita Keren satu-satunya yang memberi ruang bagi perempuan. Kehadiran Bu Hajja Suhartina itulah salah satu keseimbangan di kita,” ujar mantan ketua DPRD Maros itu.

Chaidir juga menyebut bahwa angka 2 ini merupakan keberuntungan. Tanggal dan bulan lahirnya sama-sama 2.

Paslon nomor urut 3, Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Nadjamuddin juga menyebut angkanya sebagai tanda kemenangan.

Harmil mengisahkan bahwa saat dirinya mencalonkan untuk posisi wakil bupati mendampingi M Hatta Rahman di Pilkada 2015, mereka juga mendapat nomor 3 dari tiga paslon. Dan, menang.

Sebelumnya, pada Pilkada 2010 Hatta dan dirinya (dikenal dengan pasangan Hatita), kebagian nomor urut buncit juga, 6 dari enam peserta. “Namun akhirnya juga menang. Insyaallah kali ini Maros Unggul juga begitu,” ucap Harmil.

Bukan calon bupati yang terlebih dahulu mencabut kertas undian, tetapi wakilnya. Suhartina mendapat nomor 4, Ilham 5, dan Havid 6.

Para calon wakil bupati mencabut urutan pengundian. (FOTO: IST)

Urutan itu membuat cabup dari Suhartina, Chaidir berkesempatan mencabut nomor untuk pertama kali. Lalu Harmil. Disusul Tajerimin.

Namun urutan nomor yang akhirnya akan ditetapkan sebagai nomor resmi para paslon, tak sesuai urutan pencabutan.

Pembawa acara memberi aba-aba. Ketiga kandidat bupati bersamaan membuka kertas. Tajerimin 1, Chaidir 2, Harmil 3.

Para paslon kemudian pulang ke posko masing-masing. Disambut pendukung masing-masing. Dengan segala macam peraga yang memang sudah disiapkan, apapun nomor yang jagoan mereka peroleh.

Nomor itulah yang akan memenuhi spanduk-spanduk di berbagai titik hingga timeline media sosial kita mulai hari ini hingga detik-detik pencoblosan.

Anda pilih nomor berapa? Jangan jawab di sini. Jawabnya di bilik suara saja, 9 Desember 2020 nanti. (mal)

Related posts