Begini Cara Dukung Salfina, Wakil Maros di Lomba Pidato Nasional

  • Whatsapp
Salfina Nanda Bulan. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Jika Anda orang Maros atau paling tidak punya ikatan emosional dengan Maros, ini kabar baik. Seseorang yang lahir di kabupaten ini, Salfina Nanda Bulan berpeluang menang pada lomba pidato Bahasa Indonesia tingkat nasional.

Alumni SMA Islam Terpadu Al Ishlah, Maros, itu sudah menembus beberapa tahapan. Banyak yang tersingkir, tetapi remaja kelahiran 11 Januari 2000 itu masih bertahan.

Read More

Nah, Anda punya kesempatan untuk mendukungnya. Sebab penilaian tahapan kali ini terkait jumlah tonton dan durasi tonton video pidato peserta di YouTube. Link-nya ada di bawah ini;

https://www.youtube.com/watch?v=-_rJRuBrYdk&feature=youtu.be

Salfina pun mengirim surat untuk kerabat, guru, sahabat, dan siapa saja di Maros atau di manapun berada, untuk ikut mendukungnya.

“Buat keluarga, para ustaz/ustazah, para guru, sahabat, teman-teman sekalian, mohon doa dan dukungannya. Setelah proses panjang penyeleksian video, alhamdulillah video saya lulus seleksi dan kembali berkompetisi di babak selanjutnya (YouTube).

Jika berkenan, saya mengajak untuk menonton video saya di link itu.

Para peserta berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, Lomba Tingkat Nasional ini di selenggarakan oleh Pondok Pesantren Syahamah (Pusat) Jakarta.

Qodarullah, setahu saya pas registrasi ulang ada dua perwakilan dari Sulawesi. Termasuk saya.

Jangan lupa tonton sampai habis! Sebab penilaian dilihat dari jumlah tonton dan durasi tontonnya. Siapa tahu video ini menjadi wasilah jalan hidayah bagi kita dan orang yang kita ajak. Semoga dapat bermanfaat, menjadi bahan intropeksi, menjadi amal jariyah bagi kita, sebab dakwah adalah cinta.”

Demikian potongan surat Salfina yang kini mondok di Pesantren Al-Qur’an Ibnu Katsir, Jember, Jawa Timur, sekaligus kuliah di prodi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Jember itu.

Langganan Juara

Putri pasangan Muhammad Saleh dan Fitriyani itu memang penyuka literasi. Dia senang membaca dan menulis. Terutama puisi.

Salfina sering menampilkan puisinya setiap pentas di pondok. Karyanya pernah dibacakan oleh ustaz dan ustazah di depan donatur terbesar pondok.

Baru-baru ini penulis mendapat hadiah dari cicit Buya Hamka yang memintanya membuatkan puisi. Dia juga kerap diminta untuk menjadi saritilawah, tampil di kerohanian ibu-ibu tentara Jember, dan acara istri Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember.

Dara asal Kecamatan Simbang ini juga pernah menjadi saritilawah di acara seminar Ustazah Oki Setiyana dewi. Juara 1 muhadhoroh dan ikut muhadhoroh akbar antar-santriwati di pondok dan ikut lomba ceramah di RRI Jember.

Salfina menjuarai lomba cerpen di Hari Santri Nasional. Karyanya pun dimuat dalam antologi hikam dengan judul “Mereka yang Menginspirasi”; buku sekaligus kado istimewa 30 tahun Pesantren Putri Al-Mawaddah Ponorogo Cabang Gontor.

Salfina saat menerima penghargaan dari Ustaz Astri Ivo. (FOTO: IST)

Sekarang, pemilik moto hidup “Mereka yang tetap berdiri setelah dihantam badai, tidak mungkin terusik oleh gerimis” ini sedang berjuang mengharumkan nama Maros dan Sulsel. Sisa tiga hari penentuannya. Bisa luangkan waktu untuk membantu? (mal)

Related posts