Upaya Gugus Tugas Turikale Jaga Warganya yang Positif Covid-19 Agar Tidak Stres

  • Whatsapp
Camat Turikale, Andi Zulkifli Riswan Akbar. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Sebaran Covid-19 di Maros belakangan ini terfokus juga di Kecamatan Turikale. Tim Gugus Tugas pun bergerak cepat mempercepat kesembuhan mereka. Pasien dijaga agar terhindar dari stres.

Angka positif Covid-19 di Turikale saat ini berjumlah 41 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang terkonfirmasi sejak new normal sebanyak 30 orang.

Read More

Penanganannya pun beragam, ada yang isolasi mandiri di rumah, ikut di hotel, dan dirawat di rumah sakit. Namun, dominan ditangani di rumah sakit.

“Sekitar 75 persenlah yang sedang dirawat. Nah yang isolasi mandiri ini kita upayakan percepat kesembuhannya,” kata Andi Zulkifli Riswan Akbar, Camat Turikale, Minggu, 28 Juni 2020.

Kemarin, Sabtu, 27 Juni 2020, tiga pasien asal Turikale dinyatakan sembuh. Padahal, mereka terkonfirmasi positif saat new normal diberlakukan. Artinya, mereka sembuh dalam waktu sekitar 20 hari saja.

“Progresnya memang lebih cepat isolasi mandiri. Mungkin bawaan stresnya cepat hilang karena banyak masyarakat yang berikan support,” kata Andi Riris, sapaan karib Zulkifli.

Meskipun, lanjutnya, tetap ada juga masyarakat sekitar yang khawatir. Namun, tim gugus terus memberikan edukasi pentingnya memberikan dukungan kepada pasien positif.

“Tim puskesmas juga memang tiap hari berkomunikasi dengan pasien,” imbuh Riris.

Selain menjaga pasien agar tidak stres, pihaknya juga menyalurkan paket gizi tiga hari sekali. Tambahan suplemennya, seperti vitamin, susu, dan madu.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, juga mengatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat kesembuhan pasien. Paket gizi rutin dikirim ke rumah mereka.

“Kita beri sesuai request. Kita layani sebaik mungkin supaya cepat sembuh,” tuturnya.

Adapun total angka positif Covid-19 di Maros kini berjumlah 176 kasus; 96 sembuh, 46 isolasi mandiri, 28 dirawat, dan 6 meninggal.

PDP 62 kasus; 52 sembuh, 4 dirawat, 1 isolasi mandiri, dan 5 meninggal. Sedangkan ODP 257 kasus, tersisa 5 orang yang dalam proses pemantauan. (abr)

Related posts