Lanjutan Kasus Rombongan Pengantar Jenazah Serang Warga; Dua Pelaku Sudah Ditangkap

  • Whatsapp
Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong (tengah) bersama Kasubbag Humas, Kompol Ribi dan Kasat Reskrim, Iptu Rusli saat menggelar konferensi pers, Rabu, 24 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Dua pelaku yang menyerang warga di Ballu-ballu, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, ditangkap. Keduanya WM (19) dan EP (25).

Sebelumnya, mereka melakukan penyerangan saat ikut dalam rombongan pengantar jenazah dari Makassar menuju Leang-leang, Bantimurung. Kejadiannya Rabu lalu, 17 Juni 2020, sekitar pukul 12.00 Wita.

Read More

Pelaku merasa dihalang-halangi oleh mobil pikap yang hendak menyeberang menuju toko bangunan di Ballu-ballu, Maccopa, Maros. Rombongan pun melempar dan mengejar sopir yang sudah lari meninggalkan mobilnya.

“Akhirnya turun dikejar masuk ke dalam toko sampai melakukan pengrusakan,” jelas Kompol Muhammadong, Wakapolres Maros saat konferensi pers, Rabu 24 Juni 2020.

Ia menyebutkan, sebenarnya tersangka ada tiga. Tetapi baru dua pelaku yang didapat. “Satu masih DPO. Semua beralamat di Pampang, Makassar,” ungkapnya.

Dua pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Maros beserta barang bukti berupa batu, kaca spion, serta mobil pikap. Mereka dikenakan pasal 170 ayat (1) subsider 406 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Ia juga menambahkan, warga di Ballu-ballu sempat menunggu rombongan jenazah lewat. Beruntung, mereka tak melalui jalur yang sama.

“Seandainya lewat jalur itu, terjadi bentrok besar-besaran karena sudah ditunggu di Ballu-ballu. Karena sempat ada kata-kata para pelaku, silakan tunggu saya, nanti saya akan balik lagi,” kata Muhammadong.

Menurutnya, kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Rombongan pengantar jenazah kadang tidak mau diatur. Padahal, pihak kepolisian siap ikut mengantar jenazah gratis.

“Sekarang sudah ada perintah Pak Kapolres, pengantar jenazah yang tidak sesuai prosedur segera ditangkapi. Supaya jangan terjadi seperti itu lagi,” ujar Muhammadong.

Sementara itu, sopir mobil pengangkut bahan bangunan, Burhan (50), menjelaskan, dirinya hendak masuk ke toko untuk membawa barang. Tiba-tiba ada rombongan motor dari arah Makassar.

Dianggap menghalang-halangi, ia pun langsung didatangi rombongan. Sempat dicaci dengan bahasa kotor. “Saya bilang tidak ji pak, lewat maki,” katanya.

Melihat seseorang mengambil batu, ia pun langsung lari meninggalkan mobilnya yang hendak diserang. Bagian depan mobil penyok. Spion juga dirusak.

Burhan mengaku masih merasa sakit di bagian tubuhnya. “Ini lebam. Mungkin kena batu ,” ujarnya seraya menunjuk lengan. (kar)

Related posts