Kisah di Balik Kesuksesan Duda 60 Tahun asal Maros Persunting Gadis Pangkep

Pasangan suami istri, Muhammad Aman dan Sartika memperlihatkan foto pernikahan mereka di Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. (FOTO: MATAMAROS.COM)

PANGKEP, MM – Pernikahan Muhammad Aman dan Sartika menjadi buah bibir warganet dua hari ini. Pasalnya, keduanya memiliki perbedaan usia yang terpaut jauh.

Aman 60 tahun dan Sartika 21 tahun. Mereka sah menjadi pasangan suami istri usai melangsungkan akad di Kantor KUA Minasatene, Kabupaten Pangkep, Rabu, 3 Juni 2020.

Read More

MataMaros.com mengunjungi pengantin baru ini, Kamis, 4 Juni 2020. Mereka masih berada di kediaman mempelai perempuan, Jl Penas VII, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep.

“Insyaallah, Sabtu baru ke Maros. Silaturahmi-silarurahmi dulu sama keluarga di sini,” kata Aman.

Keluarga terlihat masih beres-beres usai menggelar resepsi. Lamming (hiasan pengantin khas Bugis Makassar) pun baru dilepas dari dinding rumah.

Aman dan Tika tampak masih tersipu malu. Keduanya masih segan untuk mengakui perasaan masing-masing saat diwawancarai.

Keputusan mereka untuk menikah terbilang sangat singkat. Keduanya dipertemukan salah seorang sanak keluarga sekitar dua minggu.

“Pas dikasih ketemu pertama kali, memang langsung tertarik,” kata Aman cengar-cengir.

Aman sendiri merupakan warga Langkeang, Desa Mattiro Deceng, Kecamatan Lau. Sehari-hari, ia bekerja sebagai petani.

“Ada sawah dan empang yang saya garap. Tetapi sawah milik orang lain, empang yang milik sendiri,” ungkapnya.

Nah, empang seluas 20 are itulah yang juga dijadikan mahar untuk mempersunting Sartika. Mahar lainnya berupa uang tunai Rp15 juta dan cincin emas 1 gram.

Aman merupakan seorang duda. Perinakahannya dengan Sartika merupakan ketiga kalinya.

Pernikahan pertamanya kandas usai dikaruniai dua orang anak. Kemudian, pernikahan keduanya berujung pilu, istrinya meninggal dunia. Dua tahun berselang, barulah ia bertemu dengan Sartika.

Sementara itu, Tika, sapaan karib Sartika, merupakan anak kedua dari 10 bersaudara. Punya perasaan yang sama dengan aman, Tika sama sekali tak menolak saat hendak dijodohkan.

“Kalau memang sudah jodohku, saya terima. Apalagi masih keluarga. Mau bantu juga ringankan beban orang tua,” tuturnya.

Ibu Tika, Dahlia, mengakui, memang usia putrinya terpaut jauh dengan pengantin laki-laki. Namun, baginya, sosok Aman sudah pantas untuk mendampingi anaknya.

“Orangnya baik. Orang tuanya dengan orang tuaku juga masih ada hubungan keluarga. Yang jelas bisa menafkahi Sartika,” ungkapnya. (kar)

Related posts