Heboh Video Telur Bantuan Sampai Menetas di Penampungan, Benarkah?

  • Whatsapp

MAROS, MM – Beredar video telur bantuan membusuk di media sosial. Bahkan dalam tayangan yang semakin ramai dibagikan orang per orang itu, terdengar suara menyerupai bunyi anak ayam.

Dalam beberapa keterangan video disebutkan, telur bantuan dalam pandemi Covid-19 yang disimpan di Gedung Serbaguna, Maros, itu sampai menetas karena kelamaan disimpan.

Read More

Saat dikonfirmasi MataMaros.com, Kepala BPBD Maros, Fadli, membantah. Ia mengklaim penyaluran bantuan terus berjalan.

Fadli memperlihatkan contoh data penyaluran yang baru saja dilakukan, Sabtu, 2 Mei 2020. Terdata 34 karung beras 5 kg, 34 dus air mineral, 34 dus mi instan, dan 34 rak telur terbagi di Kecamatan Marusu.

“Kemarin, kita salurkan ke Marusu puluhan paket di dua desa. Tadi malam bahkan saya yang bawa langsung ke Pettuadae dan Alliritengae,” katanya.

Terkait adanya telur yang membusuk, dia mengakui itu. Mantan Camat Turikale itu meminta publik bisa memaklumi. Lantaran, sergahnya, bantuan telur yang masuk sudah mencapai 700 rak.

“Kalau ada yang retak, satu dua dan menjadi busuk mungkin bisa dimaklumi. Itu yang posisinya di bagian bawah. Tetapi kalau dibilang logistik tidak jalan, tidak. Tetap kita salurkan. Tetap di-drop,” jelas Fadli.

Menurut dia, pada video yang beredar, sebenarnya petugas yang akan menyalurkan bantuan justru sedang menyortir mana yang layak dan tidak. Tetapi dijadikan bahan candaan.

“Yang bikin video itu anak-anak (petugas) di situ, tagana. Kepala dinasnya sudah akui bahwa anak-anak yang ambil video, kemudian diselipkan suara anak ayam,” ucapnya.

Dalam video tersebut memang ada suara anak ayam. Tetapi, yang tampak secara visual hanya telur yang membusuk. Tidak ada anak ayam. Pengelola bantuan mengklaim itu suara dari aplikasi ponsel.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Maros, Prayitno, menuturkan, timnya memang menyortir telur apabila ada bantuan masuk. Memilah mana yang bagus mana yang sudah tidak layak.

“Saya juga bingung. Teman-teman lagi sortir telur. Ada yang videokan, tetapi disisipkan suara anak ayam. Mungkin lagi capek, jadi bikin hiburan,” katanya.

Dia juga membantah jika ada yang mengatakan bantuan lambat disalurkan. “Biasa juga ada yang datang memang sudah pecah. Kita kan kalau beli telur biasa begitu. Makanya kita sortir,” jelasnya kembali.

Terkait perizinan bantuan keluar yang ribet, mengklaim, tak seperti itu adanya. Bantuan yang disalurkan, menurutnya, hanya perlu pendataan terlebih dahulu.

“Kita menyalurkan ke mana? Tiba-tiba ada orang minta, langsung kita salurkan. Kan tidak mungkin. Perlu verifikasi,” kata Prayitno.

Sebuah unggahan di media sosial berisi screenshoot soal keluhan seorang petugas yang mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab penyaluran bantuan membutuhkan birokrasi bertingkat. Namun, Dinas Sosial lagi-lagi membantah.

MataMaros.com pun mendatangi lokasi penampungan logistik di Gedung Serbaguna. Tampak ada dua petugas yang berjaga.

Ada banyak bahan kebutuhan di sana. Mulai dari beras, mi instan, telur. Ada pula jenis sembako lain, seperti minyak goreng, gula pasir, dan air mineral.

Tampak beras berjejer dan bertumpuk hingga 10 karung setiap baris. Begitu pun dengan telur yang menumpuk per 10 rak. Sedangkan mi instan disusun setiap 5 dus.

Bahan makanan tersebut berasal dari berbagai sumber. Rata-rata bantuan swasta. Ada juga dari pemerintah provinsi.

Di media sosial sedang ramai satire dan meme terkait insiden telur ini. Ada juga yang mendesak Pemkab Maros melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lebih transparan soal pengelolaan anggaran dan bantuan. (kar)

Related posts