Positif Covid-19 di Maros Capai 30 Kasus, Tambahan dari Klaster Bandara

  • Whatsapp
Ilustrasi hasil swab test positif Covid-19. (FOTO: INT)

MAROS, MM – Kasus positif Covid-19 di Maros mencapai 30 orang per Jumat, 1 Mei 2020. Tambahan satu orang merupakan karyawan di bandara.

Warga berjenis kelamin laki-laki (32) ini berdomisili di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. Sekarang memilih isolasi di RSUD Salewangang.

Read More

“Karyawan bandara. Kita lagi cari riwayat kontaknya,” kata dr Syarifuddin, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros.

Ia menyebutkan, istrinya juga sedang dirawat di rumah sakit yang kini berstatus ODP. “Sebelumnya telah menjalani rapid test. Hasilnya positif,” ungkap dr Syarif, sapaan karib dr Syarifuddin.

Sementara, suaminya yang positif Covid-19 dalam keadaan sehat-sehat saja. Rencananya, diminta untuk melakukan isolasi mandiri di Swiss-belhotel.

Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 klaster bandara yang terdata saat ini berjumlah lima orang. Sebarannya di Kecamatan Mandai dan Turikale. Satu di antaranya sudah sembuh.

Sebelumnya, Bupati Maros, telah membeberkan rencananya untuk mengantisipasi penularan dari klaster bandara. Seluruh pegawai yang bekerja di bandara akan diisolasi sementara.

“Kita sudah sampaikan, kita mau mendata seluruh pagawai bandara yang ada di maros untuk diisolasi. Termasuk keluarganya,” ungkapnya, Selasa lalu, 28 April 2020.

Dia mengatakan, pertimbangannya karena sudah terbukti ada beberapa yang positif. Selain itu, menurutnya, klaster banda merupakan klaster yang paling tahan.

“Paling susah disembuhkan. Walaupun tanpa gejala. Terbukti, 12 kasus klaster umrah sudah sembuh. Klaster bandara baru satu sembuh Yang lainnya itu sudah di-rapid berkali-kali. Ada yang dirapid empat kali, empat-empatnya positif,” beber Hatta. (kar)

Related posts