Karantina Tahfiz yang Lahir di Maros Ini Sudah Cetak 527 Penghafal

MAROS, MM – Dirintis di Maros, Karantina Tahfiz Nasional (KTN) Darul Istiqamah sudah beroperasi setahun. Kini, alumni penghafal Alquran yang bisa dihasilkan sudah menembus angka 527 orang. Ada yang dari Maros, Makassar, termasuk luar negeri seperti Malaysia dan Amerika Serikat.

Minggu, 23 Februari 2020, KTN Darul Istiqamah mewisuda angkatan ke-10. “Seperti angkatan sebelumnya, program hafal Quran sebulan ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Muthahhir Arif, Direktur KTN Darul Istiqamah, siang tadi.

Read More

Peserta bukan saja dari Maros, Makassar dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi. Bahkan ada beberapa peserta dari Papua, Kalimantan, dan Batam. Pada angkatan ke-10 ini, peserta termuda berusia 11 tahun dan peserta tertua 68 tahun.

Metode penghafalan di lembaga ini memang unik. Hanya satu bulan. Peserta dikarantina 30 hari full di Wisma Istiqamah, Taeng, Kabupaten Gowa.

Muthahhir merinci, peserta benar-benar fokus menyelesaikan hafalan. Sebab, mereka sekaligus mendapatkan pengalaman religi yang penuh sensasi. Kedisiplinan dibalut dengan kelembutan dan sikap bijak para pembimbing.

Namun, dia tak menampik, ada semangat kompetisi juga di dalamnya. “Ada juga penerimaan sertifikat yang memotivasi, suasana yang sangat kondusif, pola makan yang teratur, jadwal istirahat yang tersesuaikan dengan ibadah, persaudaraan sesama peserta yang begitu kental, metode menghafal yang sangat efektif,” ucap putra KH Arif Marzuki, Pimpinan Pusat Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, Maros itu.

Untuk olahraga, peserta karantina, bisa melakoni dua cabang; senam dan renang. Belum lagi acara refreshing di tempat wisata. (fik)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.